Sudah beberapa hari ini bgadang ditemani kopi putih dan lappy yang udah super panas karena ngga perbah di-shutdown. Kalo mau dipoto, kamar ini sudah penuh dengan kertas-kertas ngga jelas, kotretan perhitungan yang salah dan benar (alhamdulillah ada juga yang bener -.-”). Entah udah berapa lama saya in a relationship sama Latex ini. Jadi inget, awal-awal mengenal Latex itu ketika saya masih sangat muda *karena sekarang sih masih muda, jadi saat itu sangat muda :”>*. Ohya, perkenalkan dulu, saya sudah hampir 6 tahun belajar di bidang matematika *eits !! dilarang ngejudge! ;P* dan sekarang ini fokus di bidang kombinatorik. Simpelnya, bidang yang ngurusin kode-kode yang suka ada di James Bond dan dasarnya komputer sains *hoo bangga xD*. Sumber ilmu dari hacker, pembuat virus, dan juga anti virus. Kebetulan saya TA nya security system, jadi saya ada di pihak ‘angel’ O:) . Hahaha!
Oke, cukup perkenalannya. Sisanya bisa tanya ke om gugel kalau ingin tau tentang kombinatorik. Sekarang saya mau curhat. Karena sudah jenuh mengetik, akhirnya saya iseng-iseng berimajinasi.
Kalo dipikir-pikir, tulisan LaTex ini bagus juga ya hasilnya. Dulu emang sempet berpikir “Haaaa~ pake LaTex, Pak? Belajar lagi dong huhuhu
” Dan sempet nangis darah karena bingung masukin tabel. Sigh. Tapi, ternyata, seminggu ngotak ngatik LaTex malah bikin saya jatuh cinta ma LaTex! Ngompile ngompile dan taraaaa , tulisan saya jadi kayak yang propesional <3. Sebagai pribadi yang bergelut dengan rumus matematik, memang paling males adalah ngetik rumus matematik di Word. Walau kita bisa nulis ala LaTex di Word sekalipun, kerapihannya masih prefer LaTex.
Hmm, kira-kira ada desain typografi yang lebih oke lagi ngga ya? Sebenernya kenapa tulisan LaTex itu kayak gini ya? Paper-paper jadi lumayan ‘nyaman’ di mata dan kok bisa ya rumusnya rapi gini. Kayak seni aja
Jangan-jangan selain Cambria Math, sudah ada desain typografi buat matematika lagi?
Tipografi untuk Matematika
Bagi saya, tipografi itu sangat menarik. Ketika dulu senang ber-grafik-desain amatir, tipografi itu menjadi faktor yang sangat penting. Seperti magic, dia bisa mengubah konten yang menarik menjadi tidak menarik dan konten yang super ngga penting menjadi menarik. Dari situ, pemilihan jenis huruf menjadi salah satu hal yang ngga pernah saya anggap sepele. Bahkan terkadang lebih diperhatikan daripada konten haha. Tapi dengan bertambahnya usia, mulai dewasa juga untuk menyeimbangkan konten dan desian typografi. Kadang saya merasa, kenapa ya ngga ada banyak pilihan untuk formula matematika. Ujung-ujungnya LaTex dan Cambria Math yang paling sesuai. Sebelum kecewa, ternyata ngga mudah juga membuat ini.
Donald E. Knuth (1979) dalam tulisannya “Mathematical Typography,” menceritakan bagaimana relasi antara typografi dan matematika. Ternyata, kalo bahasa matematikanya, mereka biimplikasi — saling memperngaruhi. Asal muasalnya, ada tiga cara untuk menulis formula.
Cara penulisan yang sangat familiar untuk para programmer. Gini-gini, mereka termasuk salah satu bahasa pemrograman. Jadi, sudah sejak lama mereka pun memikirkan cara yang paling efisien bagi temen-temen matematika untuk menuliskan hasil penelitian mereka. Baik ya
. Dan penelitian mengatakan bahwa mempelajari cara menulis yang demikian itu tidak membutuhkan waktu yang lama. Saya juga merasakan itu. Awalnya “waaaahhh!?” selanjutnya insyaAllah akan terbiasa*). Terharu juga ya, sangat berterimakasih pada para desainer huruf yang sudah mempermudah kerja kami
.
Lalu, apa yang bisa membuat huruf itu menjadi indah ? Saya bukan lulusan desain visual, jadi mereka pasti lebih mengerti. Yang pernah saya tahu adalah masing-masing huruf itu diperhatikan tulisannya. Ketika saya masih di Radio Kampus, teman saya yang mengambil kuliah typografi bercerita banyak tentang pengalaman kuliah dia. Segimana harus menulis satu per satu huruf a sampai z berkali-kali. Saya cuman bisa bilang “Cemunguudh! xD”. Lagi-lagi ternyata, di balik jerih payah mereka dalam bertypografi, ada matematika di dalamnya.
Sudah tau kan ya kalau menulis sebuah formula matematika di google, kita bisa menghasilkan berbagai gambar? Sama dengan typografi. Lucu juga kalo kerapihan bisa dibuat oleh matematika. Seandainya rumah juga bisa rapi dengan rumus matematika
#loh.
Terimakasih buat Bang Knuth yang sudah memberi saya semangat dan mengapresiasi para typografi desainer! Hmm, dia ini sebenernya desainer dari mana yaa? Ketika saya liat-liat …
Jiaaaaahh, ternyata kita samaaaa bidangnya xD waah banggaaaa! Ternyata memang orang desain kombinatorik itu ketertarikannya kurang lebih sama haha. Salut juga dengan dia yang mau lebih melebarkan wawasannya. Sempet terpikir juga dengan apa yang beliau pikirkan : My goal was therefore to give a precise description of the shapes of all the symbols I would need.
Well, setiap orang sebenernya punya potensi dan bisa expert dalam suatu bidang. Sudah pasti kalo diijinkan hidup oleh-Nya, berarti kita ada tugas dan punya peran di dunia. Yakin deh ngga ada yang ngga berguna.
Ayo kembali bekerja, kembali bersemangat buat mereka yang sudah berjasa mempermudah kerja kita
Sumber :
Knuth, Donald E., “Mathematical Typography”, American Mathematical Society, (1979). 337-372.
*)Ingat kan? Malcolm Gladwell pernah mengatakan untuk menjadi expert dalam suatu bidang pastinya perlu latihan. Dan itu mutlak pasti. Sama juga dengan berprogram dengan LaTex ataupun lainnya. Saya yang sangat awam setuju akan hal itu.





